Selasa, 28 September 2010

Virus

Sejarah Penemuan Virus



Sejarah Penemuan Virus – Apakah kamu pernah mendengar kata virus? Beberapa virus mungkin sudah tidak asing lagi bagimu, bahkan kamu pernah terinfeksi oleh virus influenza, cacar air, atau gondong.
Virus tidak memiliki sel. Virus tidak dapat melakukan hal-hal yang umumnya dapat dilakukan oleh makhluk hidup. Virus tidak perlu makan dan juga tidak menghasilkan sampah metabolisme.
Oleh karena itu, ada yang menggolongkan virus sebagai benda tak hidup. Satu-satunya hal yang dapat dilakukan virus adalah berproduksi. Akan tetapi, bukankah berproduksi adalah ciri makhluk hidup? Jadi apakah virus dapat di golongkan sebagai makhluk hidup?
Lalu Bagaimana sejarah penemuan virus ? Pada tahun 1892, ahli biologi Rusia Dmitri Ivabovsky mempelajari penyakit tembakau yang disebut penyakit mosaik tembakau. Ivanovsky membuat eksperimen, jika ekstrak daun yang terserang penyakit mosaik dioleskan pada daun yang sehat, beberapa waktu kemudian daun yang sehat itu terserang penyakit?
Akan tetapi, jika ekstrak tersebut di panaskan sampai mendidih dan setelah dingin dioleskan, tidak menyebabkan sakit pada daun sehat. Ivanovsky menyimpulkan sementara bahwa penyakit mosaik pada tembakau disebabkan oleh bakteri patogen ( bakteri penyebab penyakit). Namun kerika ia pada tahun 1893 menyarik ekstrak daun tembakau yang terserang patogen itu dengan saringankeramik, kemudian cairan hasil saringan itu dioleskan ke daun tembakau yang sehat, ternyata daun tersebut menjadi sakit. Seandainya penyakit itu disebabkan oleh bakteri, daun tembakau akan tetap sehat karena bakteri tersaring oleh sarungan keramik. Ivanovsky menduga bahwa penyakit mosaik pada daun tembakau itu adalah bakteri yang sangat kecil.
Martinus Willem Beijerinck, ilmuwan Belanda melakukan percobaan berdasarkan penemuan Ivanovsky. ia mengoleskan getah daun tembakau hasil saringan dari satu tembakau ke tembakau lain secara berjenjang. Mula-mula dia menyaring getah daun tembakau yang terkena penyakit dengan saringan keramik, kemudian getah hasil saringan itu dioleskan ke daun tembakau yang sehat. tembakau yang sehat itu menjadi sakit. Selanjutnya getah daun yang sakit ini pun di saring lagi, dan hasilnya dioleskan ke daun tembakau yang sehat. Tembakau yang sehat ini juga terkena penyakit. Demikian seterusnya. Ini berarti bawa “bakteri” patogen itu mampu berkembang biak, ukurannya sangat kecil karena lolos dari saringan keramik. Saat itu orang hanya mengenal bakteri sehingga penyebab mosaik pada daun tembakau itu diduga diakibatkan oleh bakteri yang berukuran sangat kecil.
ternyata Dugaan tentang bakteri yang berukuran sangat kecil itu keliru. Pada Tahun 1995 Wendell Meredith Stanley, dari Rockefeller Institute ( Amerika Serikat ), berhasil mengisolasi dan mengkristalkan virus mosaik tembakau, dan ia menyimpulkan bahwa virus berbeda alias tidak sama dengan bakteri. Jika kristal virus diinjeksikan ke tanaman tembakau yang sehat, virus akan aktif, mengganda, dan menyebabkan penyakit. Karena virus dapat dikristalkan berarti ia bukan sel. Virus dianggap sebagai peralikah antara benda abiotik dan biotik. Virus yang menyerang tembakau diberi nama virus mosaik tembakau ( Tobacco Mosaik Virus, disingkat TMV ).

















Cara Penularan Virus HIV/AIDS

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus, sebuah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. AIDS singkatan dari Acquired Immuno Deficiency Syndrome. AIDS muncul setelah virus (HIV) menyerang sistem kekebalan tubuh kita selama lima hingga sepuluh tahun atau lebih. Sistem kekebalan tubuh menjadi lemah, dan satu atau lebih penyakit dapat timbul. Karena lemahnya sistem kekebalan tubuh tadi, beberapa penyakit bisa menjadi lebih parah daripada biasanya.

HIV terdapat dalam sebagian cairan tubuh, yaitu:
1. Darah
2. Air mani
3. Cairan vagina
4. Air susu ibu (ASI)
HIV menular melalui:
1. Bersenggama yang membiarkan darah, air mani, atau cairan vagina dari orang HIV-positif masuk ke aliran darah orang yang belum terinfeksi (yaitu senggama yang dilakukan tanpa kondom melalui vagina atau dubur; juga melalui mulut, walau dengan kemungkinan kecil).
2. Memakai jarum suntik yang bekas pakai orang lain, dan yang mengandung darah yang terinfeksi HIV.
3. Menerima transfusi darah yang terinfeksi HIV.
4. Dari ibu HIV-positif ke bayi dalam kandungan, waktu melahirkan, dan jika menyusui sendiri.
Biasakan mempunyai sikat gigi dan pisau cukur sendiri, karena selain untuk kebersihan pribadi, jika terdapat darah akan ada risiko penularan dengan virus lain yang diangkut
aliran darah (seperti hepatitis), bukan hanya HIV.

HIV tidak menular melalui:
1. Bersalaman, berpelukan
2. Berciuman
3. Batuk, bersin
4. Memakai peralatan rumah tangga seperti alat makan, telepon, kamar mandi, WC, kamar tidur, dll.
5. Gigitan nyamuk
6. Bekerja, bersekolah, berkendaraan bersama
7. Memakai fasilitas umum misalnya kolam renang, WC umum, sauna, dll.
HIV tidak dapat menular melalui udara. Virus ini juga cepat mati jika berada di luar tubuh. Virus ini dapat dibunuh jika cairan tubuh yang mengandungnya dibersihkan dengan cairan pemutih (bleach) seperti Bayclin atau Chlorox, atau dengan sabun dan air. HIV tidak dapat diserap oleh kulit yang tidak luka.





























10 cara pencegahan dari virus H1N1 dan sejenisnya

Salam sehat ….
Penyakit Flu H1N1 sekarang ini sudah sangat menghawatirkan. WHO menyatakan telah memasuki fase ke 6. Fase yang paling tinggi tingkat kewaspadaannya. Penyebaran sangat cepat karena dapat menular dari manusia ke manusia. Lain halnya dengan influenza H5N1 yang belum ditemukan adanya penularan antar manusia.
Pada tanggal 24 Juli 2009 di Indonesia terlaporkan sebanyak 343 orang positif H1N1 dengan proporsi 193 laki-laki dan 150 perempuan. Sudah sekian banyak yang terlaporkan kasus positif. Ini menunjukkan cepatnya penyebaran kasus tersebut. Lalu bagaimana cara pencegahannya untuk diri sendiri dan orang lain. Berikut tips nya :
• Sering cuci tangan. Cuci tangan sesering mungkin menggunakan sabun dan air kemudian keringkan, bila tidak ada air dapat menggunakan cairan antiseptik pencuci tangan. Cuci tangan setelah melakukan kegiatan fisik, terutama setelah bersin atau batuk.
• Hindari mengusap mata, hidung dan mulut. Virus influenza sering menyebar ketika seseorang menyentuh permukaan benda yang sudah terkontaminasi virus (karena terkena percikan batuk/bersin penderita) dan kemudian menyentuh mata, hidung dan mulut.
• Hindari kontak erat. Hindari kontak erat dengan seseorang yang sakit
• Tinggal di rumah ketika sakit. Jika memungkinkan, tinggallah di rumah dan batasi kegiatan di luar rumah. Anda akan membantu orang lain terhindar dari kesakitan.
• Menutup mulut dan hidung. Menutup mulut dan hidung dengan tisu ketika batuk atau bersin untuk mencegah penyebaran virus. Jika tidak ada tisu, gunakan punggung telapak tangan ketika batuk atau bersin. Buang tisu yang sudah dipakai ke tempat sampah. Anda dapat menggunakan masker untuk tidak menulari orang lai
• Jaga jarak. Jika anda sakit, jagalah jarak dengan orang lain (lebih kurang 2 meter) dan gunakan masker untuk mencegah penularan
• Berperilaku hidup sehat. Tidak merokok, Cukup tidur, Olah raga teratur, Kelola stress, Minum dalam jumlah yang cukup, Makan makanan bergizi.
• Berobat ke dokter jika sakit. Segera pergi berobat jika mengalami gejala flu seperti demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sesak dan muntah serta diare
• Tunda perjalanan jika anda sakit. Jika anda sakit, tunda bepergian dengan pesawat terbang atau alat transportasi umum lainnya. Jika anda harus bepergian ke negara yang terjangkit influensa A/H1N1 (strain mexico) dan pada saat kembali anda merasa sakit, segera berobat ke dokter.
• Dengarkan informasi dari Dinas Kesehatan setempat dan sebarkan info pencegahan ini kepada masyarakat luas.

Penyakit manusia akibat virus
Contoh paling umum dari penyakit yang disebabkan oleh virus adalah pilek (yang bisa saja disebabkan oleh satu atau beberapa virus sekaligus), cacar, AIDS (yang disebabkan virus HIV), dan demam herpes (yang disebabkan virus herpes simpleks). Kanker leher rahim juga diduga disebabkan sebagian oleh papilomavirus (yang menyebabkan papiloma, atau kutil), yang memperlihatkan contoh kasus pada manusia yang memperlihatkan hubungan antara kanker dan agen-agen infektan. Juga ada beberapa kontroversi mengenai apakah virus borna, yang sebelumnya diduga sebagai penyebab penyakit saraf pada kuda, juga bertanggung jawab kepada penyakit psikiatris pada manusia.
Potensi virus untuk menyebabkan wabah pada manusia menimbulkan kekhawatiran penggunaan virus sebagai senjata biologis. Kecurigaan meningkat seiring dengan ditemukannya cara penciptaan varian virus baru di laboratorium.
Kekhawatiran juga terjadi terhadap penyebaran kembali virus sejenis cacar, yang telah menyebabkan wabah terbesar dalam sejarah manusia, dan mampu menyebabkan kepunahan suatu bangsa. Beberapa suku bangsa Indian telah punah akibat wabah, terutama penyakit cacar, yang dibawa oleh kolonis Eropa. Meskipun sebenarnya diragukan dalam jumlah pastinya, diyakini kematian telah terjadi dalam jumlah besar. Penyakit ini secara tidak langsung telah membantu dominasi bangsa Eropa di dunia baru Amerika.
Salah satu virus yang dianggap paling berbahaya adalah filovirus. Grup Filovirus terdiri atas Marburg, pertama kali ditemukan tahun 1967 di Marburg, Jerman, dan ebola. Filovirus adalah virus berbentuk panjang seperti cacing, yang dalam jumlah besar tampak seperti sepiring mi. Pada April 2005, virus Marburg menarik perhatian pers dengan terjadinya penyebaran di Angola. Sejak Oktober 2004 hingga 2005, kejadian ini menjadi epidemi terburuk di dalam kehidupan manusia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar