Minggu, 18 Juli 2010

Maksimalkan Penjualan dengan Lebih Banyak Mendengarkan





SETIAP orang pada dasarnya ingin menceritakan suatu kebahagiaan yang dialaminya, termasuk kebahagiaan yang terjadi dalam keluarganya. Pada suatu waktu, ada seorang penjual bertemu dengan calon pembelinya.

Ketika calon pembeli menceritakan kesuksesannya dan kebahagiaan keluarganya, pertama- tama si penjual tersebut masih mendengarkan. Namun, setelah calon pembeli itu lebih banyak lagi menceritakan berbagai hal lain dengan panjang lebar, perhatian si penjual mulai berkurang. Bahkan kemudian tidak memberikan perhatian lagi kepada si calon pembeli. Si calon pembeli itu pun merasa kecewa.

Dia merasa tidak didengarkan dengan baik dan akhirnya meninggalkan penjual tersebut sehingga tidak terjadi transaksi apapun. Pernahkah Anda mendengar atau mengalami, ketika sedang menceritakan sesuatu dengan penuh semangat,tetapi orang yang diajak bicara tidak begitu mendengarkan bahkan mengabaikannya? Bagaimana perasaan Anda?


Memang, terkadang kita tidak ingin mendengarkan cerita yang diutarakanseseorang,- apalagijikaterdengar panjang lebar-.

Namun,bila orang tersebut adalah calon klien maka kita harus siap untuk menjadi seorang pendengar yang baik. Tentu saja bukan hanya kepada calon klien semata, kepada orang lain pun kita diharapkan bisa menjadi pendengar yang baik.Apalagi jika orang tersebut adalah calon klien potensial.Bila kita tidak mau mendengarkan dengan baik,maka ia bisa dengan cepat meninggalkan kita. Celakanya, bisa saja calon klien itu mencari orang lain atau bahkan kompetitor yang lebih mau mendengarkannya.

Pernah tahukah Anda bahwa Joe Girard pernah ditinggalkan oleh calon kliennya karena pada saat itu kurang mendengarkan dengan baik cerita dari calon kliennya? Joe Girard adalah seorang penjual terhebat di dunia bahkan masuk dalam Guiness Book of Recordskarena prestasi penjualannya yang luar biasa.

Meski pernah ditinggalkan calon klien,namun begitu menyadari ada sesuatu yang kurang tepat, Girard segera meminta maaf kepada calon klien itu dan berjanji senantiasa menjadi seorang pendengar yang baik. Hasilnya,meskipun sebelumnya si calon klien meninggalkannya, namun akhirnya calon klien menjadi pembeli setia. Demikian pula yang selalu saya lakukan kepada para calon klien. Saya senantiasa berusaha menjadi seorang pendengar yang baik.

Ternyata dengan menjadi pendengar yang baik, kita akan semakin tahu apa yang sebenarnya menjadi kebutuhan utama dari calon klien. Dengan demikian, akan mempermudah kita dalam memberikan penawaran dan tentunya membantu penjualan. Ternyata benar,dengan mendengarkan sebaik mungkin apa yang diutarakan oleh calon klien,saya bisa memberikan sesuatu yang benarbenardiinginkan. Bahkanmemberikan lebih dari yang mereka inginkan.

Pada akhirnya mereka dengan senang hati menjadi klien saya dan memberikan referensi kepada rekan bisnis ataupun kepada kenalannya untuk berkonsultasi ataupun berbisnis dengan saya. Sekali lagi,pada dasarnya seseorang ingin didengarkan dan diperhatikan. Maka berusahalah senantiasa memberikan perhatian dan mendengarkan dengan tulus.

Menjadi seorang pendengar yang baik memang tidak mudah, perlu latihan dan terus dipraktikkan. Dengan meningkatkan kemampuan mendengarkan lebih baik dan dipraktikkan oleh para tenaga penjual, maka akan mampu membantu peningkatan penjualan, baik jangka pendek ataupun jangka panjang. (*)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar